Monthly Archives: December 2018

Khabar Qis'ar

TEATER OASE

Published by:

Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) pada Jumat, 30 november lalu, tengah berjalan salah satu hajatan tahunannya sastra arab uns, yaitu pentas besar teater berbahasa arab yang diinisiai oleh OASE, sebagai penggerak teater di sastra arab ini. Pada penampilan kali ini, sastra arab mementaskan teater yang berjudul “Bainal asadan” antara Shalahudin Al Ayyubi dengan Richard The Lion Heart, sebuah peperangan menjadi saksi di atas perdamaian yang berarti.

Teater ini diambil dari naskah karya seorang sastrawan timur tengah, yang menyajikan sebuah peristiwa sejarah dari perspektif yang berbeda.sebuah kisah perjuangan, cinda dan ketulusan para tokoh-tokoh besar dunia yang berpengaruh.

Kisah ini menceritakan prahara panjang yang terjadi dalam sejarah perang salib, mengenai ketegasan Shalahuddin untuk mempertahankan wilayahnya, ketika ada permintaan dari Julia, saudara Richard yang ingin berdoa untuk kesembuhan Richard yang sedang sakit, di gereja dekat tempat perkemahan Shalahuddin.

Namun berbeda kisah yang dialami oleh Julia, ia merasa merana karena akan dijodohkan dengan Shalahuddin agar perdamaian tercipta untuk menyudahi segala peperangan yang terjadi. Berat baginya karena Julia telah mencintai ksatria William. Ia adalah kesatria yang diutus oleh Richard kepada Shalahuddin untuk meminta izin berdoa di gereja. Akhirnya Julia diam-diam bertemu dengan William untuk melepas kerinduan dan bersumpah untuk tidak berpisah selama-lamanya.


Shalahuddin bersama Imaduddin menyamar menjadi tabib utusan Shalahuddin untuk mengobati Richard, awalnya ditolak oleh Sibella, istri Richard, namun kemudian Richard sendiri yang mengizinkan keduanya.

Di suatu kesempatan ketika Richard sudah sembuh, permasalahan melanda kondisi internal kerajaannya, penghianatan diantara pasukan perangnya. William sebagai penjaga wilayah difitnah oleh prajurut yang tidak menyukainya, dengan mengatakan dicari oleh Julia, agar William dihukum atas keteledoran hilangnya bendera di wilayah penjagaannya. Namun Julia sendiri merasa ada kejanggalan, saat William akan dihukum oleh Richard, Julia dating dan menjelaskan kebenaranya. Heran Richard mengapa Julia mengetahui urusan ini, ternyata Julia dan William saling mencintai dan bertemu. Meski pelaku yang sebenarnya telah diketahui, yaitu Marques, tetapi kemarahan Richard semakin menjadi.


Sang Thabib tadi mengusulkan bahwa William dijadikan tebusan atas kesembuhannya, agar perdamaian terjaga. Maka di tenda Shalahuddin, kedua raja tersebut membuat kesepakatan damai, serta mengusulkan pernikahan William dengan Julia. Richard terkejud, namun ia tetap melanjutkan kesepakatan tersebut, ia masih mengingat soal tawaran untuk dinikahkan dengan Julia untuk meraih perdamaian antara dua kerajaan tersebut. maka diadakan pertarungan antara William dan Marques untuk meyakinkan, bahwa William tak bersalah. dan benar saja William pemenang, dari situ diketahui bahwa ia adalah seorang putra Kerajaan Skotlandia.

Telah jelas sekarang, dimana letak kebenaran dan kejahatan, dan perdamaian adalah jalan untuk mengakhiri perang panjang tersebut.

Uncategorized

KURMA DOSEN

Published by:

Ahad, 2 desember lalu HMP Qisar mengadakan kunjungan ke rumah dosen (KURMA). Kunjungan kali ini ke rumah bu Eva, dosen sastra, rumah beliau berada di Sragen. Dalam rangka mempererat tali ukhuwah antara dosen dan mahasiswa, acara kurma ini di hadiri oleh pengurus HMP angkatan 2017 dan angkatan 2016. Acara tersebut terkemas dengan sederhana, santai tetapi agak sedikit formal, namun tetap menjadi forum yang bersahabat dan kondusif.

Acara dimulai seperti biasanya, pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Muhammad Riski Zaelani, selaku ketua HMP 2016, kemudian sambutan dilanjutkan oleh Ahlul Bait, dari pihak bu Eva. Setelah itu, masuklah pada acara intinya yaitu sarasehan dan tanya jawab dua arah, misalnya dari HMP bertanya mengenai riwayat pendidikan beliau (bu Eva) agar bisa dijadikan motivasi bagi mahasiswa untuk semangat melanjutkan pendidikannya.

Dari dosen, bu Eva sendiri juga bertanya pada HMP mengenai kondisi organisai, kepengurusan dan keberjalanan HMP Qisar ini, dengan memberikan banyak nasehat untuk kepengurusan Qisar kedepannya agar lebih baik lagi.

Dari bu Eva sendiri juga menjamu pengurus Qisar sebagai tamu, dengan berbagai suguhan makanan. Hingga acara kunjungan ini sampai menjelang waktu adzan dzuhur sebagai penanda berakhirnya acara. Setelah selesai semuanya, dari HMP Qisar menyerahkan kenang-kenangan  dan kemudian dilanjutkan foto bersama-sama.

Foto bersama dosen dan pengurus HMP