Uncategorized

KADERISASI PUNYA AKSI

 

 

Oleh: (alindardiantoro)

Kaderisasi kembali menyelenggarakan seminar yang merupakan wujud realisasi dari salah satu program kerjanya. Seminar yang diselenggarakan setiap tahun ini sering dikenal dengan nama Pelatihan Dasar Organisasi. Pelatihan Dasar Organisasi merupakan bekal awal bagi pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi Sastra Arab untuk menjalankan kepengurusannya selama satu tahun mendatang. Tahun ini, Pelatihan Dasar Organisasi mengusung tema Kepemimpinan dan Keorganisasian dengan mendatangkan dua pembicara yang merupakan mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kedua pembicara tersebut adalah Wildan Wahyu Nugroho dan R. Syeh Adni. Selain merupakan mahasiswa di UNS, keduanya juga aktif dalam beberapa kegiatan kampus.

Seminar sesi pertama menghadirkan Wildan Wahyu Nugroho yang menyampaikan materi mengenai kepemimpinan. Sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta 2017 dan Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia 2017, ia berpendapat bahwa setiap manusia adalah seorang pemimpin. Pendapat ini diawali dengan pemaparan mengenai tiga hal mendasar yang harus dimiliki untuk menjadi manusia yang utuh. Tiga hal tersebut diantaranya; liberal, humanisasi dan transidensi. Wildan juga menjelaskan bahwa sebagai manusia yang merdeka, kita tentu saja memiliki kebebasan untuk memilih pemimpin diantara para pemimpin. Dan diakhir sesinya ia menegaskan bahwa Leader create more leaders not followers.

Sesi kedua menghadirkan R. Syeh Adni yang menyampaikan materi mengenai keorganisasian. Adni merupakan mantan deputi kajian strategis BEM FIB UNS 2018 dan kini menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiwa Islam Muhammad Iqbal 2019. Di sesi ini, Adni memberikan materi mengenai keorganisasian secara terperinci. Dia juga menjelaskan bahwa organisator yang baik adalah seseorang yang memiliki nyali dan berani memperjuangkan mimpi. Dalam berorganisasi, organisator yang baik tidak akan memikirkan hal-hal yang dapat diperolehnya, melainkan ia akan memikirkan hal-hal yang dapat diberikannya. Adni juga mengatakan bahwa pemimpin adalah pemimpi tanpa huruf ‘N’ yang berarti seorang pemimpin tentu saja haruslah seorang pemimpi.

Dari pemaparan kedua pemateri tersebut, dapat disimpulkan bahwa sikap kepemimpinan harus dimiliki oleh setiap individu. Sikap kepemimpinan menumbuhkan rasa kepemilikan yang tentu saja diikuti dengan rasa tanggung jawab. Dengan tumbuhnya rasa kepemilikian tersebut, kita tentu saja akan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menyukseskan organisasi. Selain itu, sikap kepemimpinan penting dimiliki oleh setiap inividu guna menjadi organisator yang visioner.

(alindardiantoro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *