Pelatihan Dasar Organisasi (PDO)

Sabtu, 1 April 2017 diselenggarakan PDO hari pertama yang bertempat di Ruang 307 Gedung 1 FIB UNS. PDO hari pertama ini diisi dengan materi. Acara dibuka dengan basmalah dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fahmi Khoiruddin. Kemudian sambutan oleh Ketua Acara PDO yaitu Restu Nur Hidayat dilanjutkan sambutan oleh Ketua HMP Qis’ar 2017 yaitu Yusuf Haikal.

IMG-20170401-WA0013 IMG-20170401-WA0015IMG-20170401-WA0010

Acara selanjutnya yaitu materi yang disampaikan oleh Kak Ahmad Yasin, Menteri PSDM BEM UNS dari Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran yang menyampaikan mengenai “Mahasiswa Organisatoris”.

IMG-20170401-WA0006

Dengan ikut organisasi, otomatis kesibukan kita akan bertambah. Tidak hanya mendapat berbagai macam tugas kuliah, tapi kita juga akan mendapatkan tugas yang menjadi tanggung jawab kita dalam organisasi. Dengan tugas yang menumpuk itu kita mungkin akan menjadi stress. Tapi dengan adanya banyak rintangan yang harus kita hadapi, kita akan menjadi semakin kuat. Dalam presentasinya, Kak Ahmad Yasin menggambarkan kejadian ini dengan gambar serigala besar yang sekujur tubuhnya terkena panah, namun dia tetap hidup dan berdiri tegak. Dia dapat menahan semuanya.

Namun jika kita sudah memiliki banyak tugas menumpuk yang membuat stress, lebih baik kita beristirahat terlebih dahulu. Istirahat mencegah kita agar tidak sakit. Jika kita sakit, justru semua akan menjadi kacau karena kita tidak dapat mengerjakannya. Kita bukannya lari dari permasalahan, tapi hanya istirahat.

Dalam organisasi pun pasti ada masalah, entah itu masalah internal ataupun masalah eksternal. Sering kita berbeda pendapat dengan teman sesama anggota organisasi. Hal itu bukan berarti pendapat kita benar, dan pendapat teman kita itu salah. Semuanya benar, hanya saja kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. Walaupun pendapat teman kita itu berbeda, dia tetap berpikir, sama seperti kita. Hanya saja dari sudut pandang yang berbeda. Jadi ini bukanlah hal yang dapat menyebabkan perpecahan.

Setelah selesai, Ketua HMP Qis’ar 2017 menyerahkan cinderamata kepada Kak Ahmad Yasin dan kita berfoto bersama.

IMG-20170401-WA0009 IMG-20170401-WA0024

Pemateri kedua yaitu Kak Khusnul Khotimah, Menteri Koordinasi Internal BEM UNS dari Jurusan Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian yang menyampaikan materi mengenai “Manajemen Organisasi”.

IMG-20170401-WA0014

Kak Khusnul mengutip kata-kata dari Anis Mata yang berpendapat bahwa “organisasi mengumpulkan potensi yg berserakan”. Setiap orang pasti mempunyai potensi dalam dirinya. Haikal tidak mungkin menjadi ketua HMP jika dia tidak mempunyai potensi. Kita tidak mungkin masuk UNS jika kita tidak mempunyai potensi. Bahkan kita hidup pun karena kita mempunyai potensi untuk bertahan hidup. Jadi organisasi itu mengumpulkan potensi-potensi agar dapat berkembang. Kak Khusnul menjelaskan misalnya Si A hanya bisa menggambar buku, sedangkan Si B hanya bisa menggambar pensil. Jika mereka bergabung, mereka akan dapat menggambar buku dan pensil. Namun jika mereka tidak bergabung, Si A hanya bisa menggambar buku saja dan Si B hanya bisa menggambar pensil saja. Tidak akan ada gambar buku dan pensil.

Masalah yang sering muncul dalam organisasi adalah miskomunikasi. Apalagi jika hanya lewat media sosial. Misalnya maksud kita itu berbicara dengan nada biasa, tapi orang lain yang membacanya mengira kita marah. Kita terbiasa membalas pesan dengan singkat, orang lain mengira kita tidak ramah, dll. Oleh karena itu, lebih baik kita meluangkan waktu untuk bertemu dan berbicara secara baik-baik sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Terkadang juga walaupun sudah bertemu, kita pun masih salah paham. Misalnya lelaki sering bingung dengan apa yang dimaksud perempuan karena ketika perempuan megatakan sesuatu, perempuan bisa mengatakan kata-kata yang panjang x lebar hanya untuk maksud tertentu yang ternyata simple. Sedangkan perempuan kadang merasa lelaki itu galak karena lelaki selalu to the point, mereka tidak bertele-tele melainkan langsung menyampaikan apa yang dimaksud. Tapi itu justru membuat perempuan mengira bahwa si lelaki sedang marah. Untuk mengatasi itu semua, kita harus mengetahui sifat-sifat orang lain dan menyesuaikan dengan mereka. Jika orangnya lembut, kita juga harus lembut. Jika orangnya to the point, kita juga harus mengikuti. Dengan begitu komunikasi akan berjalan lancar.

Sesudah itu, Ketua Acara PDO menyerahkan cinderamata pada Kak Khusnul dan berakhirlah acara PDO hari pertama ini.

IMG-20170401-WA0037

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website